ILMUWAN MENGATAKAN ISRAEL AKAN MENGALAMI GUNCANGAN GEMPA YANG HEBAT
Gempa bumi merupakan salah satu jenis bencana alam yang berpotensi menimbulkan banyak korban jiwa dan harta benda. Namun, getaran atau pergerakan lempeng bumi dapat diprediksi dapat mencegah terjadinya kerugian yang besar.
Ini seperti yang dilakukan oleh ilmuwan Israel yang mengebor Laut Mati atau Laut Mati. Mereka menemukan tekanan di sepanjang garis patahan yang mulai menunjukkan tanda-tanda putus. Kondisi tersebut, bisa menimbulkan gempa besar di tahun-tahun mendatang.
Dikutip dari situs Express, Sabtu 2 Januari 2021, meski tim dari Universitas Tel Aviv di Israel, tidak bisa memprediksi waktu gempa secara akurat, mereka yakin bencana tersebut berpotensi menewaskan ratusan orang.
Hasil penelitian ilmiah mereka, kekuatan gempa diperkirakan mencapai 6,5 skala richter. Getaran tersebut tentunya dapat menyebabkan runtuhnya bangunan yang dibangun tanpa perhitungan yang tepat, bahkan menyebabkan kerusakan besar pada struktur yang lebih kuat.
Studi tersebut menemukan bahwa gempa bumi pada tingkat ini terjadi rata-rata setiap 120-150 tahun, tetapi ada titik-titik di mana jeda aktivitas hanya berlangsung dalam hitungan dekade.
Gempa besar terakhir yang melanda Laut Mati adalah gempa bumi berkekuatan 6,2 skala Richter pada tahun 1927, yang menewaskan 500 orang dan melukai lebih dari 700 di Amman, Yordania, Yerusalem, Betlehem, dan kota pesisir Jaffa.
Laut Mati terbentang di sepanjang Suriah-Afrika, sobekan kecil di kerak bumi yang membentang di sepanjang perbatasan Israel-Yordania. Profesor Shmuel Marco mengatakan catatan geologi tidak berbohong dan gempa bumi besar akan datang di Israel.
“Tentu kita tidak punya cara untuk memprediksi secara pasti kapan bumi akan berguncang di bawah kaki kita, tapi saya bisa katakan gempa bumi akan menimbulkan ratusan korban jiwa yang akan melanda di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
Marco mengaku tidak ingin menimbulkan kekhawatiran, tetapi kenyataannya saat ini kita hidup di tektonik aktif. Gempa bumi bisa saja terjadi dalam 10 tahun atau dekade, tapi bisa juga minggu depan, dan mereka harus terus mempersiapkannya.
Peneliti mengebor ratusan meter di bawah Laut Mati untuk menganalisis lapisan sedimen yang memberikan indikasi seberapa sering gempa bumi terjadi selama 220.000 tahun terakhir. Setiap lapisan sedimen tebalnya sekitar satu milimeter, dan diendapkan setiap tahun oleh banjir bandang musim dingin dan penguapan selama musim panas.



Comments
Post a Comment